DPR Beberkan 41 Persen Masyarakat Tolak Vaksin Covid-19, Saleh: Pemerintah Harus Kerja Keras

- 22 Februari 2021, 23:09 WIB
Ilustrasi vaksinasi. /pixabay.com/ /

iNSulteng - Hasil survei Indikator Politik menyebutkan, 41 persen masyarakat menolak vaksin Covid-19. Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengingatkan, fakta ini harus jadi parhatian pemerintah, agar lebih masif mensosialisasikan vaksin Covid-19 ke tengah masyarakat.

Menurut saya, ini adalah temuan yang serius. Ternyata ada banyak masyarakat tidak mau divaksin. Jumlahnya mencapai 41 persen. Karena itu, temuan ini tidak boleh dianggap remeh. Pemerintah harus bekerja keras untuk meyakinkan masyarakat agar ikut vaksinasi,” kata Saleh dalam rilisnya disadur dari Parlementaria, Senin 22 Februari 2021.

Baca Juga: Ingat! Link Resmi Kartu Prakerja Hanya di www.prakerja.go.id, Bukan Kartu-Prakerja.com

Hasil survei tersebut juga mengindikasikan bahwa kampanye vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah selama ini belum sepenuhnya diterima dan dipahami masyarakat. Padahal, vaksinasi ini sangat penting.

Apalagi, anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah cukup besar, mencapai Rp134 triliun lebih. Dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease, ditegaskan bahwa masyarakat yang memolak vaksinasi akan diberi sanksi.

Baca Juga: Jika Hal Ini Terjadi, Siap-Siap Kapolda dan Pangdam Dicopot Dari Jabatannya

Sanksinya berupa penghentian bantuan sosial atau penghentian akses layanan administrasi pemerintahan. "Saya tidak begitu

yakin bahwa sanksi yang disebutkan dalam Perpres Nomor 14 itu akan meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurut saya, partisipasi itu akan lebih meningkat jika sosialisasinya dilakukan secara serius di seluruh Indonesia," tandas Ketua F-PAN DPR ini.

Baca Juga: Tinjau Kesiapan Kampung Tangguh, Kapolres Buol Cek Desa Butukan

Ditambahkan legislator dapil Sumut II ini, sanksi seperti itu tidak akan efektif. Sebab, ada banyak yang memang tidak mau divaksin. Kalau misalnya diberi sanksi denda, mereka lebih memilih membayar denda.Kalau pun sudah membayar denda tetap akan menimbulkan masalah karena tidak divaksin.

Halaman:

Editor: Marhum

Sumber: dpr.go.id


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X