Soal Kapal China di 'ZEE' Ini Kata Pakar Internasional

- 15 September 2020, 12:34 WIB
Peta Laut China Selatan /yang berbatasan langsung dengan Kedaulatan /Republik Indonesia

iNSulteng - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan kapal patroli laut atau Coast Guard China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tidak berarti memasuki wilayah kedaulatan Indonesia.

"Beberapa hari lalu China mengulang kembali peristiwa di bulan Januari. Sejumlah media mengabarkan bahwa Kapal Coast Guard China berada di ZEE Indonesia. Di masyarakat dan berbagai media mempersepsikan bahwa kapal Coast Guard China memasuki wilayah kedaulatan Indonesia. Padahal persepsi demikian tidak benar," ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

BACA JUGA: Dikira Razia, Ternyata Sat Lantas Poso Bagi Masker Gratis

Sejumlah kejadian menunjukkan Coast Guard dan kapal-kapal nelayan China memasuki wilayah ZEE Indonesia di Natuna Utara.

Keberadaan ZEE tidak berada di Laut teritorial, melainkan berada di Laut Lepas (High Seas), ujarnya.

Di Laut Lepas, tidak dikenal konsep kedaulatan negara dan karenanya negara tidak boleh melakukan penegakan kedaulatan, kata Hikmahanto.

baca juga: Banjir Terjang Jalan Cemara Kota Palu, Air Dari Bekas Likuefaksi

Dalam konsep ZEE, sumber daya alam yang ada di kawasan itu diperuntukkan secara eksklusif bagi negara pantai.

"Inilah yang disebut sebagai hak berdaulat atau sovereign right. Intinya, hak diberikan pada sumber daya alamnya bukan wilayahnya, " ujar dia.

Halaman:

Editor: Situr Wijaya

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X